Kapolres menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan wujud kepedulian dan pendekatan humanis Polri.
Pimpinan dan jajaran memposisikan diri sebagai saudara, sekaligus memberikan motivasi agar para tahanan memiliki semangat menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan proses hukum.
“Yakinlah bahwa di hadapan Allah SWT kita semua memiliki kedudukan yang sama. Yang membedakan hanyalah ketakwaan dan amal perbuatan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiyah (kultum) yang disampaikan oleh Ustadz Syahrullah. Dalam ceramahnya, ia mengajak para tahanan untuk menjadikan Ramadan sebagai titik balik perubahan diri serta memperkuat keimanan.
Melalui kegiatan ini, Polres Bangka Selatan menunjukkan komitmen tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pembinaan mental dan spiritual para tahanan sebagai bagian dari pendekatan humanis Polri.





