viralis.id, BANGKA TENGAH – Aktivitas ratusan Ponton Isap Produksi (PIP) di Laut Sampur, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Semakin meresahkan Lebih dari 100 unit PIP dilaporkan menggasak kawasan tersebut,
Hal ini berdampak lansung sehingga merusak ekosistem laut sekaligus mengganggu jalur pelayaran kapal penumpang dan barang dari dan menuju Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang.
Selain menimbulkan kerusakan lingkungan di perairan Pasir Padi, Tanjung Bunga, Sampur, hingga Batu Belubang, aktivitas penambangan liar ini turut mengancam potensi pariwisata Bangka Tengah yang bergantung pada kelestarian wilayah pesisir.
Yang lebih mengkhawatirkan, aktivitas PIP disebut telah masuk ke jalur pelayaran resmi, memaksa kapal-kapal untuk memperlambat laju dan meningkatkan risiko kecelakaan laut.
“Kami lihat sendiri kapal penumpang dan kapal barang harus pelan-pelan saat melewati ponton-ponton itu, Bang,” ungkap Mui, warga yang ditemui di Pantai Sampur, Kamis (15/5/2025).
Mestinya, situasi ini menjadi perhatian serius Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalbalam, yang bertanggung jawab atas keselamatan dan pengawasan lalu lintas laut di wilayah tersebut. Namun hingga kini, belum terlihat langkah konkret dari KSOP dalam menertibkan aktivitas PIP ilegal.





