Suyudi juga menyoroti posisi geografis Bangka Belitung sebagai wilayah kepulauan yang strategis namun memiliki potensi kerawanan. Banyaknya jalur laut dan pintu masuk tidak resmi dinilai dapat dimanfaatkan sebagai jalur peredaran narkotika.
“Babel kita ketahui sangat kaya dan strategis karena provinsi kepulauan, namun juga memiliki potensi kerawanan karena adanya jalur-jalur tikus. Ini menjadi konsen kita bersama, terutama untuk melindungi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, alumni Akademi Kepolisian tahun 1994 tersebut menjelaskan sejumlah program pencegahan yang telah dilakukan, salah satunya pengukuhan dan pembekalan Saka Pramuka Anti Narkoba di Bangka Belitung.
Ia menegaskan, pembentukan Saka Pramuka Anti Narkoba merupakan bagian dari strategi pencegahan yang digagas BNN khususnya di Babel dalam rangka pencegahan narkotika.
“Ini adalah bagian dari upaya pencegahan narkotika. Tentunya menjadi konsen kita bersama dan kita sepakat bahwa narkoba adalah musuh masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.





