“Strategi kita 1 Desa 1 Hektar. Makanya Kapolsek menggiatkan Bhabinkamtibmasnya untuk semangat menyiapkan dan mengajak kelompok tani mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan, sehingga bisa menyuplai ketersediaan jagung di dalam negeri,” ungkapnya.
Namun demikian, Rimsyahtono mengakui terdapat sejumlah kendala, terutama keterbatasan lahan di Bangka Belitung yang dinilai tidak sepenuhnya sesuai untuk pertanian jagung, serta tantangan dalam mengajak kelompok tani beralih ke komoditas tersebut.
Meski begitu, Polda Babel telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung guna mencari solusi, termasuk melakukan perlakuan atau treatment tanah agar tetap dapat ditanami jagung.
“Kendala keterbatasan lahan ada, katanya di Babel tidak sesuai dengan pertanian jagung. Tapi kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, itu bisa diupayakan dan ada treatment terhadap tanah sehingga bisa ditanami,” jelasnya.
Sebelumnya, Polda Babel juga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan yang berlangsung di Mapolda Babel pada Selasa pagi.
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Babel Brigjen Pol Murry Mirranda, serta diikuti seluruh pejabat utama dan Wakapolres jajaran, sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.





