Bangka Selatan

Pedagang Terasi di Batu Belimbing Akui Sempat Terdampak Isu Belacan Berbahaya, Kini Penjualan Kembali Stabil

93
×

Pedagang Terasi di Batu Belimbing Akui Sempat Terdampak Isu Belacan Berbahaya, Kini Penjualan Kembali Stabil

Sebarkan artikel ini
module: a; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 84.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

viralis.id, BANGKA SELATAN – Isu beredarnya terasi mengandung zat berbahaya di wilayah Toboali beberapa waktu lalu sempat membuat para pedagang terasi di Bangka Selatan merasakan dampaknya. Hal ini juga dirasakan oleh Cik Kinang (49), pedagang terasi di kawasan Batu Belimbing.

Menurutnya, isu tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran konsumen sehingga dapat memengaruhi jumlah pembeli. Dampaknya pembeli jadi lebih hati-hati saat membeli Terasi.

Baca Berita Lainnya  Pemkab Bangka Selatan Kembali Mengelar Seleksi PPPK Tahap II Tahun Angaran 2024

“Alhamdulillah, sampai saat ini penjualan sudah mulai stabil lagi. Pembeli tetap percaya karena terasi kami kualitasnya bagus, memakai udang asli dan tanpa bahan pengawet.” Ucapnya, saat di wawancarai di lapaknya Minggu 30 Nopember 2025.

Ia menegaskan bahwa terasi buatannya hanya menggunakan dua bahan utama, yaitu udang dan garam. Tidak ada tambahan zat kimia ataupun pewarna buatan. Proses pengolahan dilakukan secara tradisional sehingga rasa dan kualitas terasi tetap terjaga.

Baca Berita Lainnya  Aksi Donor Darah PMI Berakhir di BAKESBANGPOL, Antusiasme OPD Tinggi 
“Kami memang mengutamakan kualitas. Belacan ini dibuat pakai udang asli, bukan campuran. Jadi aman dikonsumsi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *