viralis.id, BANGKA SELATAN – Suasana Kantor Desa Pergam, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, mendadak dipadati ratusan warga. Mereka menggelar aksi protes menentang dugaan praktik mafia tanah yang dianggap merugikan masyarakat. Jumat (12/9/2025),
Aksi ini dipicu dugaan jual beli lahan rawa lelap di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Kemis. Lahan tersebut diduga diperjualbelikan secara ilegal oleh pihak tertentu tanpa sepengetahuan warga maupun pemerintah desa. Kondisi itu menimbulkan keresahan karena kawasan tersebut selama ini menjadi tanah ulayat desa yang seharusnya dilindungi.
“Kami tidak terima tanah itu diperjualbelikan seenaknya. Ini tanah desa kami, khususnya di aliran DAS Sungai Kemis,” teriak salah seorang warga yang ikut berorasi di depan kantor desa.
Ratusan warga yang hadir menilai praktik tersebut bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik antarwarga jika tidak segera dihentikan. Oleh karena itu, mereka menuntut pemerintah desa dan aparat penegak hukum mengambil langkah tegas guna menghentikan dugaan aktivitas ilegal itu.





