viralis.id, Pangkalpinang – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Bangka Belitung melontarkan kritik keras terhadap pernyataan seorang pejabat negara yang menyebut guru sebagai beban bagi negara. IMM menilai ucapan tersebut tidak pantas, melukai martabat profesi guru, sekaligus mencederai semangat pendidikan nasional.
Sekretaris Umum DPD IMM Bangka Belitung, Handika Yuda Saputra, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa guru adalah ujung tombak pembangunan bangsa, bukan beban sebagaimana yang dilontarkan dalam forum resmi itu. Ia menyebut pernyataan tersebut arogan, keliru, dan menunjukkan kegagalan dalam memahami peran strategis guru.
“Guru adalah pilar utama pendidikan sekaligus penopang peradaban bangsa. Menyebut guru sebagai beban negara adalah pernyataan arogan dan tidak berdasar. Justru yang membebani rakyat selama ini adalah kebijakan fiskal yang tidak adil, yang terasa seperti pungutan bahkan palakan terhadap masyarakat kecil. Sesungguhnya yang sebut guru beban, itulah tukang palak rakyat,” tegas Handika.
Menurutnya, defisit APBN sama sekali tidak berkaitan dengan gaji atau tunjangan guru. Sebaliknya, beban negara disebabkan oleh kebijakan fiskal yang menekan masyarakat, menumpuknya utang, serta kebocoran anggaran yang belum terselesaikan hingga kini.





