Kehadiran dua pasangan calon dari UNIPER menjadi sorotan tersendiri di tengah kehadiran kandidat lainnya yang merupakan alumni dari universitas ternama, seperti Universitas Indonesia, ITB, Universiti Malaya, dan Universitas Al-Azhar Kairo. UNIPER menjadi satu-satunya kampus lokal yang tampil dengan dua wakil terbaiknya di ajang kontestasi politik daerah tersebut.
Rektor UNIPER, dalam keterangannya, menyambut baik fakta ini dan menyebutnya sebagai bukti bahwa kampus lokal mampu bersaing dalam mencetak sumber daya manusia unggul di berbagai bidang, termasuk politik dan pemerintahan.
“Ini merupakan kebanggaan bagi kami. UNIPER tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tempat lahirnya pemimpin masa depan,” ujarnya.
Sejumlah tokoh yang juga merupakan alumni UNIPER sebelumnya telah lebih dulu mewarnai panggung politik daerah dan nasional. Di antaranya adalah Bambang Patijaya, Didit Srigusjaya, Hj. Badri, Samsu Bangun Jaya, dan Abang Herza.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai masih dibutuhkan peningkatan kolaborasi antaralumni serta perhatian kampus terhadap kontribusi lulusan di dunia luar. Momentum Pilkada ini dinilai menjadi peluang untuk meningkatkan citra dan eksistensi UNIPER sebagai institusi pendidikan yang telah berperan penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Bangka Belitung





