Korea Utara dan Selatan: Terpisah Karena Perang Dingin Antara Dua Negara Super Power

Korea Utara dan Selatan pada awalnya adalah satu bangsa. Paska Jepang angkat kaki, Bangsa Korea harus terpisah karena persaingan Amerika dan Uni Soviet.

Ilustrasi Presiden Korea Selatan Berjabat Tangan dengan Presiden Korea Utara

Ilustrasi Presiden Korea Selatan Berjabat Tangan dengan Presiden Korea Utara

Viralis.ID – Sobat Viralis, selain oppa-oppa ganteng Korea. Kalian harus tau bahwa terpisahnya Korea Utara dan Selatan pada dasarnya produk dari perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Hal menempatkan bangsa Korea menjadi bangsa yang terpisah karena kepentingan Kapitalis dan Komunis. Sama Nasibnya seperti Vietnam (Vietnam Utara dan Vietnam Selatan) dan Jerman (Jerman Barat dan Jerman Timur).

Naasnya, hanya Korea yang hingga kini masih terpisah. Vietnam Utara dan Selatan telah bersatu setelah Mamarika K.O di Perang Vietnam. Sedangkan bersatunya Jerman ditandai dengan runtuhnya tembok Berlin.

Status Keduanya Masih Berperang Hingga Hari ini

Sobat Viralis. Perlu kalian ketahui, sebenarnya Korea Utara dan Korea Selatan statusnya masih dalam Perang. Adapun status tersebut disebabkan keduanya itu tidak benar-benar berdamai, melainkan hanya menyepakati perjanjian gencatan senjata.

Dimana perjanjian damai yang diupayakan gagal menemui kesepakatan pada tahun 1953 di Jenewa, Swiss. Sedangkan Gencata senjata itu hanya sebatas pernjanjian antar militer untuk berhenti baku hantam sementara.

Oleh karena itu, bisa aja antara Korut dan Korsel tiba-tiba berperang kembali.

Terpecah Akibat dari Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet

Paska kemenangan Sekutu dalam Perang Dunia II. Jepang sebagai pihak yang kalah terpaksa harus melepas wilayahnya. Termasuk wilayah Korea yang telah diduduki selam tiga puluh tahun lebih (1910-1945).

Singkat cerita, wilayah Korea bagian Utara dikuasai Soviet dan bagian Selatan dikuasai Amerika. Bahkan keduanya mendirikan dan mengangkat pemerintahan dibawah kendali mereka.

Amerika Serikat mengangkat Syngman Rhee sebagai Presiden Korea Selatan. Begitu juga ilakukan Uni Soviet dengan mengangkat Kim Il-Sung sebagai pemimpin di Utara.

Kedua pemimpin tersebut tentu didorong oleh “sponsor” mereka untuk tampil sebagai penguasa tunggal di Semenanjung Korea. Akhirnya, pecahlah perang Korea pada Juni 1950.

Dimana perang tersebut berlangsung selama tiga tahun. Melibatkan Ini Soviet sebagai mentor, pemasok senjata, serta jutaan pasukan Korut dan Cina di blok Utara. Begitu juga di blok Selatan, Jutaan Pasukan Korsel, didukung peralatan dan pasukan Amerika beserta Sekutunya.

Akibatnya, perang Korea membuat porak-poranda dimana-mana, korban jiwa berjatuhan, dan satu bangsa harus terpisah hingga kini. Pokoknya sedih dan mengerikan.

Sobat Viralis. Mari kita belajar dari kasus Korea, Dimana yang Esmosi bersaing itu Mamarika dan Soviet. Malah yang baku hantam bangsa Korea

So, jangan sampai kita, mau jadi korban kacung dan korban proxy war bangsa lain. Ayo lebih cerdas lagi, salah satunya sering membaca artikel dari Viralis.ID.

Oleh: Redaksi Viralis.ID