Difa Bike: Ojeg Online Solusi Mobilitas Penyandang Difabelitas

Sobat Viralis, Kita belajar dari Difa Bike, dibalik tidak ramahnya transfortasi di Indonesia bagi penyandang difabelitas. Difa Bike hadir sebagai solusi dan peluang bisnis bagi mereka.

Ilustrasi Difa Bike

Viralis.ID – Bagi Sobat Viralis yang belum tau. Di Indonesia ternyata sudah ada loh Ojeg Online yang ramah bagi penyandang Difabelitas.

Dimana ojeg tersebut juga diklaim sebagai yang pertama dan satu-satunya yang care melayani mobilitas penyandang difabelitas.

Hal ini tentu menjadi solusi banget lah bagi penyandang difabelitas. Dimana transportasi di Indonesia mayoritas hari ini belum ramah bagi mereka yang berkekurangan.

Adapun nama perusahaan ojeg ini adalah Difa Bike atau sering disebut Ojeg Difa. Sobat Viralis bisa mengakses layanan Difa Bike melalui website Difa City Tour di Google.

Sedangkan pendiri layanan ini adalah Triyono, digagas di Yogyakarta tahun 2015. Sedangkan jumlah drivernya diketahui berjumlah 15 orang, sebagaimana dikutip dari halaman Jawapos.

Hebatnya, para mitra driver nb Difa Bike juga berasal dari kalangan difabelitas yang berpendidikan rendah atau yang rentan mendapatkan disabilitas dan stigmatisasi. Sehingga memberdayakan banget bukan sob.

Mengenai target layanan ini sebetulnya ditunjukan kepada semua kalangan, baik difabel maupun non difabel. Hanya saja Triyono mengakui sejak berdiri, penikmat layanan Difa Bike 90 persen adalah penyandang difabelitas.

Berawal dari Kesadaran akan Sulitnya Mobilitas

Dikutip Jawapos, Triyono sebagai pendiri Difa Bike, bisa dibilang semuanya tidak lepas dari pengalaman pribadi.

Dimana Triyono sebagai seorang penyandang difabelitas juga terkadang mengalami diskriminasi. Bahkan dulu pernah ditolak beberapa kali masuk SD karena  kondisinya.

Terlepas dari itu, Triyono yang merupakan peternak dan pengusaha kuliner bebek. Mendapat inspirasi membuat Difa Bike tidak lepas dari keluh kesah sesama rekan difabel.

Dirinya bertemu dengan sesama penyandang difabel di sebuah masjid di Sleman, Yogyakarta. Rekannya tersebut berkeluh-kesah tentang sulitnya mobilitas.

Merasa miris, akhirnya Triyono mendirikan Difa Bike dan diluncurkan bertepatan dengan tanggal hari difabel internasional. Masalah tarif tentunya tidak beda jauh dengan ojeg Online lainnya. Cuman yang membedakan biaya tunggunya perjam 10 K.

Sebab bagi teman-teman difabel biasanya harus ditunggu. Berhubung sulitnya moda transfortasi yang ramah bagi mereka. Oleh karena itu, sangat wajar bagi setiap dribver ojek Difa Bike dalam sehari maksimal hanya mampu melayanai dua pelanggan.

Mantapkan Sobat Viralis, dibalik keterbatasan pasti ada solusinya.

Oleh: Redaksi Viralis.ID